Febri Juanda, Pengusaha Muda Kuliner yang Inovatif

Kesuksesan bisa datang dari mana saja. Akhir-akhir ini banyak anak muda yang sukses menjalankan bisnis sesuai dengan hobby dan passion masing-masing. Sama halnya dengan seorang Febri Juanda. Rasa cintanya terhadap dunia kuliner menjadi sebuah batu loncatan untuk meraih kesuksesannya pada usia yang tergolong masih sangat belia.

Sekelumit Tentang Febri Juanda

Febri Juanda dulunya merupakan seorang mahasiswa yang pernah menjadi mahasiswa di dua universitas di daerah Bogor. Ilmu Hubungan Internasional (HI) serta jurusan Ekonomi Islam. Ia tidak menyelesaikan pendidikan jenjang tingginya tersebut karena ia lebih berfokus pada bisnis yang sedang di rintisnya.

Setelah tidak kuliah, Febri rajin mengikuti seminar-seminar bisnis yang diadakan di daerah Bogor dan Jakarta untuk memperkaya wawasannya dalam dunia perbisnisan. Menurutnya, materi yang didapat di seminar merupakan ilmu yang lebih aplikatif untuk bisnisnya daripada yang di dapat dari universitas. Laki-laki yang juga aktif sebagai Kabid Kewirausahaan HIPMI ini mengaku bahwa ia lebih senang menjalankan perusahaannya sendiri ketimbang menjadi karyawan.

Ketertarikan dengan Bisnis Kuliner

Sejak di bangku kuliah Febri sering berpikir bagaimana caranya agar dia tidak bekerja kepada orang lain, melainkan dirinyalah yang menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Dan karena dia sangat hobby di bidang kuliner maka  terpikirlah dalam benaknya untuk memulai usaha dalam bidang tersebut.

Kegagalan yang Pernah Dialami

Kira-kira tiga tahun yang lalu, Febri selalu memutar setiap keuntungan guna menjalankan bisnisnya. Bahkan sempat terjadi, uang hasil penjualan dibawa kabur oleh pegawai karena Febri terlalu percaya dengannya. Bahkan Febri juga pernah beselisih faham dengan investor yang mengakibatkan dia harus keluar dari bisnisnya.

Awal Kemunculan Yellow Trux

Sebelumnya Febri menjalankan usaha roti bakar. Namun karena sepi kemudian ia mencoba peruntungan lain, dengan menjual bubble drink, hingga akhirnya memiliki delapan gerobak. Namun sayangnya tak berapa lama usaha tersebut gagal juga. Hingga akhirnya dia memutuskan menjual gerobak bubble drink nya. Setelah mengalami banyak kegagalan, hebatnya, Febri tak ingin menyerah.

Dan setelah itu Ia berinisiatif untuk membuat sebuah kafe, dia mencoba membuka suatu bisnis kuliner yang terkesan agak mahal dan segmennya menengah ke atas. Hingga kemudian muncullah ide untuk membuat kafe untuk anak-anak muda yang diberi nama Yellow Trux dengan memanfaatkan kontainer-kontainer yang dicat kuning.

 Kesuksesan Yellow Trux

Setelah beberapa kali mengalami kegagalan, Febri banyak mengambil hikmah dari kegagalan tersebut dan belajar untuk lebih baik dari sebelumnya. Kali ini semua perencanaan di lakukan dengan matang. Makanan pun dijaga kualitasnya dengan mencicipinya sendiri, tak lupa Febri juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya. Dan kini Yellow Trux sudah berkembang, hingga memiliki beberapa cabang,  yang semuanya berada di Bogor. Menurutnya, kepuasan pelanggan merupakan prioritas utama. Febri juga sempat berpikir membuka cabang lebih banyak lagi di Bogor guna mengurangi angka pengangguran, akan tetapi ia masih memikirkan standarisasinya, jangan sampai beda outlet, beda rasa.

Saran Febri untuk Para Pengusaha Muda

Tidak terburu-buru membuka usaha, dan harus belajar mengenai bisnis terlebih dahulu. Membuka usaha perlu alasan dan motivasi kuat. Jika tidak memiliki pemikiran dan motivasi yang kuat dalam berusaha, dan berusaha asal-asalan, maka besar kemungkinan, gulung tikar akan terjadi.

Tinggalkan Balasan